KATA PENGANTAR

Pertama-tama penulis panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang ditugaskan oleh dosen untuk melengkapi mata kuliah Metode Penelitian. yang berjudul Masalah,Hipotesis Dan Variabel.

Terima kasih kepada dosen pembimbing serta semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung yang telah membantu untuk menyelelsaikan tugas makalah ini,

Penulis menyadari bahwa makalah yang penulis buat ini masih mengandung kekurangan sekalipun telah diupayakan seoptimal mungkin oleh karena itu saran dan kritik maupun bimbingan sangat penulis nantikan agar di kemudian hari Penulis dapat menghasilkan sebuah karya tulis yang jauh lebih baik.

Dan semoga makalah ini memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi siapapun yang membacanya.

Medan, 29 Juli 2010

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Era globalisasi abad milenium membawa dampak bagi tatanan kehidupan yang ditandai dengan meningkatnya persaingan yang tinggi sehingga menuntut sumber daya manusia yang ada untuk mampu menghadapi arus globalisasi. Oleh karena itu, Indonesia sedang mempersiapkan diri dalam menjawab tantangan globalisasi dengan membangun basis pendidikan, sebab dengan baiknya basis pendidikan dapat diharapkan mempunyai daya saing yang tinggi dan memperkuat jati diri serta kepribadian bangsa.

Bangsa Indonesia  menyadari bahwa pendidikan sangat diperlukan untuk mengasilkan manusia-manusia yang terampil, produktif, inisiatif, dan kreatif, karena nilai-nilai dasar yang dimiliki oleh setiap manusia seperti keimanan dan ketaqwaan, akhlak, disiplin, dan etos kerja, serta nilai-nilai instrumen seperti penguasaan IPTEK dan kemampuan berkomunikasi yang merupakan unsur pembentuk kemajuan dan kemandirian bangsa dapat tumbuh dan berkembang hanya melalui pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan yang paling utama untuk menghasilkan manusia yang dapat mengembangkan kemampuannya dan membina kehidupan di dalam masyarakat. Hal ini digariskan dalam GBHN Tahun 2003 yakni :

“Pendidikan nasional yang berakar pada kebudanyaan bangsa Indonesia, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan hidup bangsa dan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan manusia serta masyarakan Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, berbudi luhur, memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan, kekuatan jasmani dan rohani, serta kepribadian yang mantap dan mandiri”.

Sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut diharapkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berwawasan kepada ilmu pengetahuan dan teknologi serta keimanan dan ketaqwaan.

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional di atas maka pendidikan dilaksanakan seumur hidup yang dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, yaitu keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu diadakan berbagai upaya .Yang salah satunya mengevaluasi proses belajar mengajar serta melakukan penelitian tentang aspek aspek yang mempengaruhi peningkatan standar pendidikan.Berdasarkan uraian diatas maka perlu diadakan Penelitian Di Bidang Pendidikan.

B. Batasan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas maka pembahasan makalah ini hanya dibatasi pada maeri Metedologi penelitian pendidikan khususnya membahas tentang Masalah penelitian,  Hipotesa dan Variabel

C. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah masalah yang akan dibahas antara lai.:

  1. Bagaimana memahami tentang konsep latar belakang masah dalam penelitian pendidikan
  2. Bagaimana memahami tentang konsep perumusan hipotesis dalam penelitian pendidikan
  3. Bagaimana memahami tentang konsep pemilihan variabel dalam penelitian pendidikan

D. Manfaat Pembahasan

Mahasiswa mampu:

  1. Memahami tentang konsep latar belakang masah dalam penelitian pendidikan
  2. Memahami tentang konsep perumusan hipotesis dalam penelitian pendidikan
  3. Memahami tentang konsep pemilihan variabel dalam penelitian pendidikan

E. Manfaat Pembahasan

Makalah ini diharapkan mampu membantu pembaca untuk :

  1. Memahami tentang konsep latar belakang masah dalam penelitian pendidikan
  2. Memahami tentang konsep perumusan hipotesis dalam penelitian pendidikan
  3. Memahami tentang konsep pemilihan variabel dalam penelitian pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

1.  Latar Belakang Masalah Dalam Penelitian

Latar belakang masalah memuat hal-hal yang melatar belakangi  dilakukannya penelitian, apa hal yang menarik untuk melakukan penelitian biasanya karena adanya kesenjangan antara kesenjangan antara yang seharusnya dan kenyataan. Dalam bagian ini dimuat deskripsi singkat wilayah penelitian dan juga jika diperlukan hasil penelitian peneliti sebelumnya. Secara rinci latar belakang (Wardi Bachtiar:1997) berisi:

  • Argumentasi mengapa masalah tersebut menarik untuk diteliti dipandang dari bidang keilmuan/maupun kebutuhan praktis.
  • Penjelasan akibat-akibat negatif jika masalah tersebut tidak dipecahkan.
  • Penjelasan dampak positif yang timbul dari hasil-hasil penelitian
  • Penjelasan bahwa masalah  tersebut relevan, aktual  dan sesuai dengan situasi dan kebutuhan zaman
  • Relevansinya dengna penelitian-penelitian sebelumnya
  • Gambaran hasil penelitian dan manfaatnya bagi masyarakat atau negara dan bagi perkembangan ilmu

2.        Identifikasi, Pemilihan  dan Perumusan Masalah

  1. Identifikasi Masalah

Masalah penelitian dapat diidentifikasi sebagai adanya kesenjangan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan, adanya kesenjangan informasi atau teori dan sebagainya.

b. Pemilihan Masalah

1). Mempunyai nilai penelitian (asli penting dan dapat diuji)

2). Fisible (biaya, waktu dan kondisi)

3). Sesuai dengan kualifikasi peneliti

4). Menghubungkan dua variabel atau lebih  (Nazir: 1988)

  • Sumber Masalah

Bacaan, seminar, diskusi, pengamatan, pengalaman, hasil penelitian terdahulu, dan lain-lain.

  • Perumusan Masalah

1). Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya

2). Jelas dan padat

3).  Dapat menjadi dasar dalam merumusan hipotesa dan judul penelitian

Selain dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya, suatu masalah dapat dirumuskan dengan menggunakan kalimat berita. Keduanya sama baiknya akan tetapi ada perbedaan dalam kemampuannya mengkomunikasikan pesan yang ada di dalamnya. Kalimat berita lebih bersifat memberikan gambaran tentang karakteristik masalah yang bersangkutan. Sedangkan kalimat tanya dapat lebih mengakibatkan adanya tantangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Terlepas dari bentuk perumusan masalah yang digunakan, terdapat beberapa kriteria yang dapat dipakai sebagai pegangan untuk merumuskan masalah, yaitu sebagai berikut :

1)      Masalah yang dirumuskan harus mampu menggambarkan penguraian tentang gejala-gejala yang dimilikinya dan bagaimana kaitan antara gejala satu dengan gejala lainnya.

2)      Masalah harus dirumuskan secara jelas dan tidak berarti dua, artinya tidak ada maksud lain yang terkandung selain bunyi masalahnya. Rumusan masalah tersebut juga harus dapat menerangkan dirinya sendiri sehingga tidak diperlukan keterangan lain untuk menjelaskannya. Masalah yang baik selalu dilengkapi dengan rumusan yang utuh antara unsur sebab dan unsur akibat sehingga dapat menantang pemikiran lebih jauh.

3)      Masalah yang baik hendaknya dapat memancing pembuktian lebih lanjut secara empiris. Suatu masalah tidak hanya menggambarkan hubungan antargejala tetapi juga bagaimana gejala-gejala tersebut dapat diukur (Ace Suryadi: 2000).

2.Hipotesis

Hipotesis seperti yang kita ketahui pada mata kuliah kemarin (statistik), yakni dugaan yang mungkin benar, atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima jika faktor-faktor membenarkannya. Penolakan dan penerimaan hipotesis, dengan begitu sangat tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan terhadap faktor-faktor yang dikumpulkan.

Hipotesis dapat juga dipandang sebagai konklusi yang sifatnya sangat sementara. Sebagai konklusi sudah tentu hipotesis tidak dibuat dengan semena-mena, melainkan atas dasar pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pengetahuan ini sebagian dapat diambil dari hasil-hasil serta problematika-problematika yang timbul dari penyelidikan-penyelidikan yang mendahului, dari renungan-renungan atas dasar pertimbangan yang masuk akal, ataupun dari hasil-hasil penyelidikan yang dilakukan sendiri. Jadi dalam taraf ini mahasiswa cukup membuat konklusi dari persoalan-persoalan yang diajukan dalam bab sebelumnya dan merumuskannya dalam bentuk statmen (pernyataan).

  1. A. Pengertian hipotesis

Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan semnatara dari suatu fakta yang dapat diamati.

Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.

Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel[1].

Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan. Kata “HYPO” yang artinya “DI BAWAH” dan “THESA”  yang artinya “KEBENARAN” jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.

Apabila  peneliti telah mendalami permasalahan penelitiannya dengan seksama serta menetapkan anggapan dasar, maka lalu membuat suatu teori sementara , yang kebenarannya masih perlu di uji (di bawah kebenaran). Inilah hipotesis peneliti akan bekerja berdasarkan hipotesis. Peneliti mengumpulkan data-datadata yang paling berguna untuk membuktikan hipotesis. Berdasarkan data yang terkumpul , peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat naik status menjadi teas, atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis, apabila ternyata tidak terbukti.

Terhadap hipotesis yang sudah dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni [2] :

  1. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian).
  2. Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tandatanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung).

Untuk mengetahui kedudukan hipotesis antara lain [3] :

  1. Perlu di uji apakah ada data yang menunjuk hubungan variabel penyebab dan variabel akibat.
  2. Adakah data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada ,memang ditimbulkan oleh penyebab itu.
  3. Adanya data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain yang bisa menimbulkan akibat tersebut.

Apabila ketiga hal tersebut dapat dibuktikan , maka hipotesis yang dirumuskan mempunyai kedudukan yang kuat dalam penelitian.

G.E.R brurrough mengatakan bahwa penelitian berhipotesis penting dilakukan bagi :

  1. Penelitian menghitung banyaknya sesuatu
  2. Penelitian tentang perbedaan
  3. Penelitian hubungan.
  1. B. Kegunaan hipotesis

Kegunaan hipotesis antara lain [4]:

  1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
  2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian.
  3. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian.
  4. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan

  1. C. Jenis-jenis hipotesis

Ada dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian antara lain :

  1. Hipotesis kerja atau alternatif ,disingkat Ha, hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.

Rumusan hipotesis kerja

a)          Jika… Maka…

b)         Ada perbedaan antara… Dan… Dalam…

c)          Ada pengaruh… Terhadap…

  1. Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho.

Hipotesis ini menyatakan tidak ada perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y

Rumusannya:

a)          Tidak ada perbedaan antara… Dengan… Dalam…

b)         Tidak ada pengaruh… terhadap…

Saran untuk memperoleh hipotesis:

  1. Hipotesis induktif

Dalam prosedur induktif, penelitian merumuskan hipotesis sebagai suatu generalisasi dari hubungan-hubungan yang diamati

  1. Hipotesis deduktif

Dalam hipotesis ini,peneliti dapat memulai penyelidikan dengan memilih salah satu teori yang ada dibidang yang menarik minatnya,setelah teori dipilih, ia lalu menarik hipotesis dari teori ini.

  1. D. Ciri-ciri hipotesis

Ciri-ciri hipotesis yang baik:

1)           Hipotesis harus mempunyai daya penjelas

2)           Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.

3)           Hipotesis harus dapat diuji

4)           Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.

5)           Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

  1. E. Menggali dan merumuskan hipotesis

Dalam menggali hipotesis, peneliti harus [5]:

1)           Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.

2)           Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat, objek-objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki.

3)           Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuaia dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan.

Good dan scates memberikan beberapa sumber untuk menggali hipotesis :

1)           Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu

2)           Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan

3)           Imajinasi dan angan-angan

4)           Materi bacaan dan literatur

5)           Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki.

6)           Data yang tersedia

7)           kesamaan.

Sebagai kesimpulan , maka beberapa petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut :

1)           Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesifik

2)           Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaraif dan berbentuk pernyataan.

3)           Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur.

4)           Hendaknya dapat diuji

5)           Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori.

  1. F. Menguji hipotesis

Menguji hipotesis

Sesuadah hipotesis dirumuskan , hipotesis tersebut kemudian diuji secara empiris dan tes logika.

Untuk menguji suatu hipotesis ,peneliti harus [6] :

1)           Menarik kesimpulan tentang konsekuensi-konsekuensi yang akan dapat diamati apabila hipotesis tersebut benar.

2)           Memilih metode-metode penelitian yang mungkin pengamatan , eksperimental, atau prosedur lain yang diperlakukan untuk menunjukkan apakah akibat-akibat tersebut terjadi atau tidak.

3)           Menerapkan metode ini serta mengumpulkan data yang dapat dianalisis untuk menunjukkan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data  atau tidak.

3. VARIABEL

Sebelum kita membicarakan masalah variabel kita bicarakan dulu masalah konsep.Konsep merupakan defenisi yang dipergunakan oleh para peneliti untuk menggambarkan secara abstrak suatu fenomena sosial /ekonomi.Misalnya untuk menggambarkan kesejahteraan masyarakat dikenal konsep pendapatan Nasional ,pendapatan perkapita,distribusi pendapatan,garis kemiskinan dan tingkat pengangguran.

Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai (misalnya variabel model kerja,keuntungan,biaya promosi,volume penjualan dan sebagainya). Variabel juga aapat diartikan sebagai pengelompokan logis dari dua atribut atau lebih. Misalnya variabel jenis kelamin, variabel kuran industri dan sebagainya.

Variabel ini dapat dikategorikan kedalam variabel diskrit/variabel kategorikal dan variabel bersambungan/kontinyu. Variabel mempunyai kaitan erat dengan teori.Teori adalah seerangkaian konsep,defenisi dan proposisi yang saling berkaitan dengan bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis tentang suatu fenomena. Gambaran yang sistematis itu dijabarkan dengan menghubungkan variabel yang satu dengan  yang lainnya dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena tersebut.

Proposisi adalah pernyataan tentang sifat dan realitas yang dapat diuji kebenarannya.Dalam praktek penelitian, variabel tersebut harus diberi defenisi operasional untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan melekukan pengukuran.

Hubungan antara satu variabel dengan satu atau lebih variabel lainnya merupakan hipotesis dalam penelitian. Jadi hipotesis adalah kesimpulan sementara/tentatif tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis ini akan memberikan arah dari proses pengumpulan data.

Penentuan variabel penelitian

Sesudah mengemukakan beberapa proposisi berdasarkan dan teori tertentu,maka peneliti perlu pula untuk menentukan variabel-variabel penelitian yang selanjutnya merumuskan hipotesis berdasarkan hubungan antara variabel.Suatu variabel dapat terbentuk dari pengelompokan yang logis dari dua  buah atribut. Atribut-atribut yang ada dikelompokkan menjadi suatu variabel menurut salah satu ciri pokoknya variabel dapat berupa variabel deskrit dan variabel bersambungan

Deskrit berarti tidak punya nilai pecahan, misalnya: jumlah anak,mobil,negara. Jadi variabel deskrit hanya dapat dinyatakan dalam satuan-satuan yang tidak mungkin dibagi menjadi unut-unit  yang lebih kecil.Dalam  variabel bersambungan diantara dua unit ukuran masih ada pengukuran yang lain dimana secara teoritis  jumlahnya tidak terbatas.

Jenis hubungan antara variabel

Ada 3 jenis hubungan antara variabel:

  1. Hubungan simetris
  2. Hubungan timbal balik(reciprocal)
  3. Hubungan asimetris/tidak simetris
  1. Hubungan simetris.

Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan simetris apabila variabel yang  satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya

  1. Hubungan timbal balik.

Hubungan timbal balik adalah hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari varibel lainnya.

  1. Hubungan tidak simetris

Suatu variabel atau lebih mempengaruhi variabel  yang lainnya

Berbagai hubungan tidak simetris

  1. Hubungan yang tidak simetris dua variabel.

Yaitu hubungan antara variabel pengaruh dan variabel terpengaruh.Kedua variabel ini merupakan variabel pokok.Hubungan variabel pokok ini dapat berupa hubungan antara dua variabel saja atau antara lebih dari dua variabel,biasanya antara satu variabel terpengaruh dan beberapa variabel terpengaruh. Ada beberapa cara untuk menguji hubungan antara dua

variabel  diantaranya tabulasi silang, rumus kuadrat, regresi dan korelasi.

  1. Hubungan tidak simetris tiga variabel.

Ada cara lain untuk memesukkan kedalam analisis, variabel tambahan yang mempengaruhi variabel terpengaruh dan variabel pengaruh.Pengaruh variabel ketiga atau keempat tersebut  dapat dikontrol baik melelui sistem analisis maupun cara penentuan sampel. Dengan demikian peneliti dapat mengamati hubungan antara dua variabel yang diteliti tanpa gangguan dari variabel-variabel tersebut.Peneliti dapat menetrilisasi pengaruh variabel luar dengan memesukksnnya sebagai variabel kontrol atau variabel penguji kedalam analisis.Variabel luar yakni variabel-variabel yang berada diluar hubungan yang hendak diteliti.Pemelihan variabel kontrol dari sekian banyak variabel yang mungkin mempengaruhi hubungan yang diamati, pada umumnya peneliti mendasarkan diri pada teori-teori yang ada, akal sehat, logika, dan hasil empiris dari penelitian pihak lain.

Variabel penekanan dan variabel pengganggu

Dari hasil analisis awal dapat saja di simpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dua variabel  tetapi ketika variabel kontrol dimasukkan, hubungan itu menjadi tampak.Dalam kasus seperti ini variabel kontrol disebut variabel penekan.Masuknya variabel ketiga dalam analisis dua variabel dapat pula memberikan hasil yang berlawanan dengan hasil analisis  awal,dalam kasus seperti ini variabel ketiga tersebut variabel pengganggu.

Variabel antara

Segala sesuatu harus ada sebab musababnya dan tidak begitu saja terjadi dengan sendirinya.Setiap fenomena dipengaruhi oleh serangkaian sebab musabab.Setiap kali kita menentukan sebab dari suatu fenomena selalu akan timbul pertanyaan apakah sebab yang lainnya.Apakah sebab yang pertama berpengaruh langsung pada fenomena tersebut ,ataukah tidak langsung dan melalui sebab yang lain. Untuk menelusuri rangkaian sebab musabab peneliti berpedoman pada teori,akal sehat,pengamatan peneliti sendiri atau hasil pengamatan peneliti lain. Suatu variabel disebut variabel antara apabila dengan masuknya variabel tersebut hubungan statistik yang semula tampak antara dua variabel kemudian menjadi lemah atau bahkan

lenyap.Hubungan yang semula tampak antara variabel pokok bukan merupakan hubungan langsung tetapi melalui variabel lain

Variabel anteseden

Variabel anteseden merupakan hasil yang lebih mendalam dari penelusuran  hubungan kausal antara variabel-variabel.Perbedaannya dengan variabel  antara ialah bila variabel antara menyusup diantara variabel pokok sedangkan variabel anteseden mendahului variabel pengaruh.Dalam kenyataannya hubungan antara dua variabel sebenarnya merupakan penggalan dari sebuah jalinan sebab akibat yang cukup panjang. Setiap usaha untuk menelusuri jalinan yang lebih panjang, seperti halnya dengan variabel anteseden tersebut akan memperkaya pengertian kita tentang fenomena yang sedang diteliti.

BAB III

KESIMPULAN

1.Kesimpulan

Setelah kita melakukan pembahasan pada makalah ini maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Latar belakang masalah

Latar belakang Masalah harus berisi Argumentasi,Penjelasan akibat-akibat negatif jika masalah tersebut tidak dipecahkan,Penjelasan dampak positif yang timbul dari hasil-hasil penelitian ,Penjelasan bahwa masalah  tersebut relevan, aktual  dan sesuai dengan situasi dan kebutuhan zaman,Relevansinya dengna penelitian-penelitian sebelumnya,Gambaran hasil penelitian dan manfaatnya bagi masyarakat atau negara dan bagi perkembangan ilmu serta dirumuskan dalam kalimat Tanya.

  1. Hipotesis

Hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya

3.Variabel

Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai (misalnya variabel model kerja,keuntungan,biaya promosi,volume penjualan dan sebagainya). Variabel juga aapat diartikan sebagai pengelompokan logis dari dua atribut atau lebih.

2.SARAN

Mengingat keterbatasan makalah ini, maka kami sebagai penulis meminta maaf jika ada hal hal yang kurang dalam penyajian makalah ini. Dan kami juga mengharapkan saran – saran dalam perbaikan makalah ini untuk meningkatkan khasanah berpikir kita.

Daftar pustaka

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktika, Rineka Cipta, Jakarta: 1997

Furchon, Arief, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982

Faiasl, Sanapioh. Metodologi Penelitian Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982

Nazir, Moh.,ph. D. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta: 2003

www.google.com

www.wikepedia.com


[1] Moh.Nazir,ph. D. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta: 2003, hal 151

[2] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktika, Rineka Cipta, Jakarta: 1997, hal. 72

[3] Ibid, hal. 73

[4] Drs. Arief Furchon, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982, hal. 126

[5] Ibid, hal. 133

[6] Sanapioh Faiasl, Metodologi Penelitian Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982, hal. 19